Let's make this life Easy, as well as you can
Mengulas berbagai cerita kehidupan mulai dari tradisi hingga teknologi, tips, solusi, informasi, internet, pekerjaan, hiburan, Kesehatan, mitos, fakta, klenik, unik bahkan mistik yang diulas berdasarkan pengalaman serta dari berbagai referensi, semoga bermanfaat
Mungkin ini tidak hanya terjadi pada saya ketika seseorang yang sama sekali belum mengenal diri saya seolah-olah memiliki pandangan negatif tentang diri saya.
Ya, menjadi seorang pendatang terkadang mendapat sambutan kurang baik dari tetangga sekitar meski sebagian besar menerima kita dengan senyuman dan keramahan mereka.

Entah saya telah berburuk sangka atau memang keadaanya seperti itu, diantara sikap ramah tetangga baru ada saja satu atau dua wajah tetangga yang mengisyaratkan sebuah kesinisan.

Saya beranggapan demikian karena telah berusaha untuk bersikap ramah dan bersahabat, bahkan ketika saya berhadapan dengannya sambil memberi senyuman tetangga sinis itu malah memalingkan wajah seolah tak ingin melihat kehadiran saya.

Ironisnya, tetangga sinis tersebut berpenampilan cukup arif dan alim bahkan dapat disebut sebagai sosok yang religius jika dilihat dari cara berpakaiannya.

Saya sendiri tak ambil pusing ketika menghadapi tetangga semacam ini, bahkan saya pernah mengalami underestimated dari seorang tetangga yang bergelar S.Kom, sarjana komputer.

Saat itu saya bekerja sebagai tenaga desain grafis di sebuah percetakan yang letaknya tepat di toko sang sarjana komputer tersebut, dia sering membangga-banggakan gelarnya ketika mengetahui profesiku.

Belum kenal sudah membenci

Entah apa alasannya dia (si S.Kom) sepertinya kurang menyukai kehadiran saya saat itu, dan hal ini terbukti ketika pada suatu hari si Sarjana Komputer hendak membuat Brosur untuk usahanya, anehnya dia tidak order pesanan brosur tersebut di percetakan yang tepat beada di samping tokonya, tempat dimana saya bekerja sebagai tenaga setting komputer.

Si Sarjana Komputer malah memesan brosur di percetakan lain yang tidak memiliki tenaga desain, artinya percetakan tersebut menggunakan jasa desain dari tempat lain sebelum memproses cetakan brosur tersebut.

Perlu diketahui bahwa percetakan tersebut merupakan pelanggan saya dalam hal setting desain percetakan, dia datang ke tempat saya dengan wajah riang sambil berkata... Noz, desain brosur... hehe... sambil sesekali ngobrol bahwa brosur tersebut akan di cetak dalam jumlah yang banyak.

Suasana menjadi sedikit tegang ketika si Sarjana Komputer mengetahui kalau kedatangan pemilik percetakan itu untuk meminta bantuan saya dalam mendesain brosur dan tanpa basa basi dia langsung mengambil konsep brosur yang baru saja saya kerjakan tersebut sambil berkata "Aaahh... gimana sih, mana bisa brosur saya di buat oleh anak ini, sini konsepnya, kirain punya desainer sendiri, gak jadi order brosurnya ah".

Saya hanya tersenyum sambul mengernyitkan dahi dan menggosok-gosoknya, sementara pemilik percetakan tersebut hanya bengong...

Ku katakan pada pemilik percetakan tersebut "Entahlah... sejak aku bekerja disini dia (si S.Kom) tidak pernah menunjukan sikap bersahabat, bahkan sering mengejek dengan berbagai sindiran, padahal aku sudah berusaha bersikap rendah hati".

Namun alhamdulillah... beberapa hari setelah kejadian itu sang S.Kom mulai bersikap ramah dan sepertinya mulai menyadari bahwa dia telah meremehkan seseorang.

Beberapa kemungkinan penyebab seseorang langsung membenci pada orang yang belum dikenalnya.

  1. Biasanya hal ini terjadi pada orang yang memiliki profesi sama namun berbeda usia, atau si pembenci merasa lebih senior.
  2. Berkaitan dengan gaya hidup (Buset dah... barang-barangnya keren-keren, ah... jangan nyombong di depan gue lah... tar gue juga bisa beli barang-barang kayak elo).
  3. Mengetahui asal si pendatang (yeahh... gue tau lo dari kampungkan, gaya lo bisa sewa rumah mewah... dapet warisan ya?).
  4. Menganggapnya sebagai hal yang tidak pantas (idih.. tampang kaya gitu jago komputer? paling otodidak.).
  5. dan yang paling utama adalah mungkin dia terlalu sombong serta sulit menerima kenyataan.
Dalam bertetanggapun demikian, namun jangan khawatir karena biasanya lebih banyak yang bersikap ramah ketimbang yang kurang menerima kehadiran pendatang.

Sekali lagi, saya selalu mengalami perlakuan ini oleh orang yang berasal dari keluarga taat... ironis.

Label: , , , , , ,

Bagikan ke :
facebook google+ twitter BBM

Tulisan Belum kenal sudah membenci ini ditulis pada Februari 16, 2016, Admin akan berusaha sebaik mungkin agar informasi ini sesuai dengan kondisi saat ini (Terupdate), harap maklum jika informasi yang terkandung dalam artikel ini sudah kadaluarsa
| Cari Belum kenal sudah membenci di : AOL | Ask | Bing | DuckDuckGo | Microsoft | Google | ixquick | Yahoo | Yandex | Yippy | MySearch