Let's make this life Easy, as well as you can
Mengulas berbagai cerita kehidupan mulai dari tradisi hingga teknologi, tips, solusi, informasi, internet, pekerjaan, hiburan, Kesehatan, mitos, fakta, klenik, unik bahkan mistik yang diulas berdasarkan pengalaman serta dari berbagai referensi, semoga bermanfaat
Sebelumnya semoga tulisan ini bermanfaat bagi anda-anda yang sudah berkeluarga namun masih Nomaden alias masih pindah-pindah rumah karena belum memiliki rumah sendiri.

Siapa yang tidak ingin memiliki rumah sendiri, saya yakin bagi anda yang sudah berkeluarga tentu akan melakukan upaya terbaik untuk memiliki rumah idaman, dan sebagai laki-laki memiliki rumah merupakan salah satu bentuk cinta dan tanggung jawab terhadap keluarga.

Masih pindah pindah rumah.

Saya tidak menyebutkan bahwa mereka kurang beruntung jika belum memiliki rumah sendiri, ada banyak alasan kenapa mereka lebih memilih tinggal di rumah yang didapatnya dari kerja keras sendiri, bukan dari harta warisan, ada kebanggan tersendiri didalamnya jika mereka mampu hidup mandiri.

Hal seperti ini pernah saya alami banyak sekali pembelajaran dari pengalaman tersebut.

Ketika masih berpindah-pindah rumah, type atau model rumah yang selalu saya cari adalah type rumah yang nyaman, aman, bagus dan modern. Kami pun pernah beberapa kali tinggal dikawasan ekslusive, dan ketika merasa bosan tinggal pindah lagi.

Kebiasaan seperti itu gak mengalami kendala apapun saat itu, namun setelah anak-anak kami tumbuh besar dan mulai masuk sekolah, kami pun mulai menyadari pentingnya menjadi penduduk tetap di sebuah wilayah, ya.. kami harus punya tempat tinggal permanen.

Pindah rumah tapi pasangan kurang setuju

Pindah rumah memang mudah, saat ini banyak sekali orang yang kelebihan uang sengaja menginvestasikan uangnya dalam bentuk bangunan rumah untuk disewakan, berbagai type, jenis dan harga sewa rumah menjadikan kenikmatan tersendiri bagi mereka yang masih nomaden.

Namuin bagaimanapun juga, jangan sampai pindah rumah hanya karena hanya ingin menghindari masalah, karena berselisih dengan tetangga atau karena alasan emosional lainnya.

Terutama jika anda sebagai laki-laki, menentukan rumah tinggal haruslah mendapat persetujuan dari istri dan anak-anak, jikapun terpaksa maka anda harus pandai-pandai mengatakan bahwa semuanya akan jauh lebih baik.

Istri dan anak-anak tentunya tak bisa berbuat apa apa jika anda sudah menetukan pilihan rumah, meski anda beranggapan bahwa pilihan rumah tersebut sudah cukup matang dipikirkan, namun ada beberapa hal yang patut anda ketahui apakah pasangan anda setuju atau tidak.

Jika anda melihat istri dan anak-anak begitu bersemangat ketika akan pindah ke rumah yang baru, jagalah agar semangat mereka tidak pupus, namun jika mereka menunjukan persetujuan dengan wajah muram dan nampak kebingungan, ini sepertinya mereka enggan untuk menempati rumah tersebut.

Sudah terlanjur bayar sewa rumah, tapi pasangan nampak murung

Ini dilema, dimana uang yang kita miliki hanya mampu untuk menyewa rumah yang nyatanya pasangan kurang setuju. Bukan mengenai bagus atau tidaknya Rumah tersebut namun karena alasan lain seperti suasana lingkungan, tetangga atau mungkin pasangan lebih peka dalam mendeteksi kemungkinan-kemungkinan dan potensi yang akan terjadi seandainya tinggal dilingkungan tersebut. Contoh kecil adalah ketika Pasangan anda mengetahui bahwa rumah di lingkungan itu sangat dekat dengan mantan anda.

Alternatif sewa rumah

Ya, yang pernah saya alami adalah ketika saya sudah melunasi pembayaran sewa rumah, saya melihat istri saya nampak murung penuh dengan pandangan kosong meski sejak awal saya sudah mengira jika pilihan rumah yang akan kami sewa kurang mendapat persetujuan dari istri.

Setelah saya desak, akhirnya istri saya dengan penuh kata maaf mengatakan bahwa dia kurang setuju jika tinggal di rumah baru tersebut karena beberapa alasan, salah satu alasan utamanya adalah karena jauh dari gedung sekolah dimana anak kami sudah menjadi siswi di sekolah tersebut.

Akhirnya dengan sedikit uang yang tersisa, sayapun berusaha mencari tempat yang lebih banyak memberi kenyamanan yang tidak berpotensi mendatangkan hal-hal yang tidak diinginkan meski itu rumah sangat sederhana.

Lalu bagaimana dengan uang sewa yang sudah saya bayarkan tersebut? ternyata uang tidak bisa kembali, solusinya adalah dengan menyewakan kembali rumah tersebut ke orang lain meskipun terbilang rugi. ya... itu lebih baik jika harus melihat anak dan istri harus terpaksa bahagia dan lebih sering menginap di rumah mertua.

Sebagai laki-laki, saya tidak mau memaksakan istri dan anak untuk merasa nyaman dan bahagia, namun saya ingin memberikan kenyamanan dan kebahagiaan pada mereka tanpa merasa harus merasa terpaksa atau tertekan.

Tips memilih rumah yang akan di sewa

Dari beberapa pengalaman yang saya alami, berikut ini ada beberapa hal yang mungkin bermanfaat bagi anda yang sedang mencari Rumah untuk di sewa.
  1. Mendiskusikan dengan istri dan anak mengenai rumah yang akan di sewa tersebut
  2. Jangan tergesa gesa
  3. Jangan memilih rumah yang satu halaman dengan rumah pemiliknya
  4. Jangan memilih rumah yang dekat dengan lingkungan mantan pacar
  5. Jangan memilih rumah yang terlalu jelek
  6. Pastikan Listrik, Air dan pembayaran bulanan lainnya sudah terpisah.
  7. Pastikan uang yang anda miliki setidaknya 2 kali dari jumlah harga sewa, jika sewa 10juta, setidaknya anda memiliki 20juta.
Sekian.. semoga bermanfaat.

Label: , , , ,



| Cari Pindah ke rumah baru, tapi pasangan kurang setuju? di : AOL | Ask | Bing | DuckDuckGo | Microsoft | Google | ixquick | Yahoo | Yandex | Yippy | MySearch