Let's make this life Easy, as well as you can
Mengulas berbagai cerita kehidupan mulai dari tradisi hingga teknologi, tips, solusi, informasi, internet, pekerjaan, hiburan, Kesehatan, mitos, fakta, klenik, unik bahkan mistik yang diulas berdasarkan pengalaman serta dari berbagai referensi, semoga bermanfaat
Boleh dikatakan saya sangat memahami betul apa yang dirasakan seorang blogger ketika menjadi bagian dari reuni yang dilaksanakan teman-teman semasa sekolahnya. Dikutip dari blognya, teh okti mengatakan bahwa terjadi kesenjangan yang mencolok pada acara reunian tersebut.

Pamer Jabatan di acara reuni-an

Teh Okti mencurahkan perasaannya, "Aku mah apah atuh?" dalam tulisannya yang berjudul Reuni Blogger Diantara Pejabat, dimana ketika para peserta reuni malah lebih memamerkan Jabatannya, lebih jauh lagi...mereka yang merasa jabatannya paling menterang tidak terlalu menanggapi peserta reuni lainnya yang dinilai tidak cukup sukses.

"Hei, apa kabar? dan punya anak berapa? sekarang kesibukannya apa?", pertanyaan semacam itu adalah hal yang wajar diucapkan dalam setiap acara reunian, karena bagaimanapun juga setiap peserta reuni tentu sudah lama tidak berjumpa.

Namun sayangnya, tidak sedikit yang malah menyombonng dan berpura-pura, jika boleh buka-bukaan, mungkin mereka menghadiri acara reuni terpaksa harus menyewa mobil rental yang mewah, mereka terpaksa nyalon, sewa Jas dan juga memakai property dan uniform yang terkadang menggelikan. Mereka yang ingin terlihat datang menggunakan Mobil akan mondar-mandir, pura pura nyari tempat parkir paling depan... ahhh.

Katakanlah ada seorang peserta reuni yang ingin memperlihatkan profesinya bahwa dia menjadi bagian dari Perusahaan Telekomunikas (Telkom), dan ketika menghadiri acara reuni dia menggunakan uniform Telkom cabang bla..bla..bla..., bahkan datangnyapun pake mobil Telkom, lengkap dengan tangga untuk manjat tiang telepon diatas mobilnya... haha.

Namun saya punya saran : Jika anda dulu ketika masih sekolah tidak terlalu eksis, kurang begitu bergaul dan mungkin kurang begitu diingat, sebaiknya jangan pernah menghadiri acara reuni, karena sesukses apapun anda, mereka hanya akan menilai anda dari masa lalu anda meskipun anda berusaha kerasa membuktikan bahwa saat ini anda telah sukses. Percayalah.

Antara Jabatan dan Blogger

Jika saya yang menjadi salah satu peserta reuni tersebut, ketika mendengar Teh Okti kerjaannya traveling dan posting something or anything, maka saya akan lebih banyak mengobrol dengan Teteh. Mereka yang ngaku pejabat, yang ngaku manager dan yang ngaku punya jabatan tinggi lainnya cukup say hello saja.

Kenapa demikian? karena mereka tidak memiliki waktu seleluasa Teh Okti. Tidak sebebas Teh Okti, mereka bekerja penuh dengan tekanan dan pressure, dan yang jelas... mereka kerja dulu baru bisa traveling, sementara Teh Okti Traveling terus-terusan tanpa khawatir dengan budget.

Bagi warga Cianjur, Menjadi seorang Blogger memang masih terdengar asing, mereka menganggapnya pekerjaan iseng yang tidak memberikan keuntungan finansial (ini yang saya rasakan).

9 tahun yang lalu, saya rela meninggalkan jabatan sebagai IT Manager hanya karena ingin fokus menjadi Blogger, dan kini penghasilan saya dari Blog jauh lebih besar 10, bahkan 20 kali lipat dari gaji yang saya dapat ketika menjabat sebagai IT manager.

Yang saya katakan pada mereka ketika bertanya apa profesi saya, saya hanya mengatakan "ah.. abdi mah aya wae di rorompok" dan biarlah mereka berspekulasi mengenai apa pekerjaan yang dikerjakan di rumah, mungkin mereka akan menduga "Buka warung, tukang jahit, mungkin tukang ojek atau spekulasi merendahkan lainnya".

Label: ,



| Cari Ketika Jabatan menjadi tolak ukur dalam menilai kesuksesan di : AOL | Ask | Bing | DuckDuckGo | Microsoft | Google | ixquick | Yahoo | Yandex | Yippy | MySearch