Let's make this life Easy, as well as you can
Mengulas berbagai cerita kehidupan mulai dari tradisi hingga teknologi, tips, solusi, informasi, internet, pekerjaan, hiburan, Kesehatan, mitos, fakta, klenik, unik bahkan mistik yang diulas berdasarkan pengalaman serta dari berbagai referensi, semoga bermanfaat
SDN Girijaya Cianjur, entah mana kalimat yang benar, SDN Giri Jaya (dua suku kata) atau SDN Girijaya (satu suku kata), merupakan salah satu fasilitas pendidikan dasar yang di khususkan untuk warga Kp. Pameungpeuk, Cijedi Cugenang - Cianjur mengingat letak geografisnya meski mungkin ada satu atau dua siswa yang berasal dari luar kp. pameungpeuk, anak saya pun menjadi salah satu siswa di sekolah tersebut. Deuh... ternyata yang nulis ni orang gunung ya?.

Apa yang mau dibahas?

Sebernya ya, orang yang nulis ini mulai jadi orang gunung sejak tahun 2013 lalu setelah meninggalkan hiruk pikuk sejuk dan macetnya kota Bandung. 2 tahun kemudian (setelah jadi orang pameungpeuk) anak saya mulai masuk sekolah dasar, dan SDN Girijaya adalah pilihan saya meski sebelumnya bersekolah di TK Al-Ikhlas Cianjur selama 2 tahun.

Kita tinggalkan cerita tentang bagaimana kesan pertama atau tahun-tahun awal ketika anak saya mulai duduk di bangku sekolah SDN Girijaya, tapi jika penasaran anda bisa membacanya disini.

Kini (tahun ajaran 2017-2018) anak saya menginjak kelas tiga dengan prestasi cukup lumayan pada tahun pertama dan kedua, rangking tiga terus. Seperti biasa, setiap satu minggu sekali saya berdiskusi dan mengevaluasi bagaimana suasana, lingkungan dan pelajaran di sekolah. Namun kali ini apa yang dilontarkan anak saya cukup membuat saya merasa kaget.

Anak ingin pindah sekolah

SDN Girijaya - Cianjur

"Yah, Memey pingin pindah sekolah" Ya, itulah yang dikatakan anak saya pada saat itu sambil sedikit terisak menangis, ketika saya katakan kenapa ternyata penjelasannya cukup memprihatinkan, eh... memilukan mungkin ya?

Sebenarnya Meymey udah lama pengen pindah sekolah, bahkan sejak masih kelas dua. Karena sepertinya teman-teman meymey pada gak suka sama meymey, kalaupun ada yang suka, keesokan harinya tiba-tiba jadi gak mau diajak main, begitupun jika Meymey dapat teman baru, keesokan harinya teman itu langsung gak mau dideketin. Kenapa semua tema-teman meymey seperti itu Yah? salah meymey apa? padahal meymey gak pernah jahat sama teman yang lain. Seperti itulah kurang lebih apa yang dikatakan anak saya.

Berpikir logis, jika 1 dari 10 teman tidak suka dengan kita, itu wajar!. Tapi kalo tiba-tiba semuanya menjauhi bahkan membenci, jelas ini seperti semacam ada propokator.

Mencoba menahan emosi sayapun kembali melanjutkan obrolan dan akhirnya mengerucutlah dugaan saya, ternyata ada salah satu teman sekelas yang ingin menjadi teman anak saya, sebut saja namanya Linda (nama samaran), tapi dia gak mau jika ada teman lain yang main sama anak saya.

Kemungkinan salah satu cara agar si Linda bisa bermain dengan anak saya yaitu dengan cara menjauhkannya teman-teman yang lain, entah bagaimana caranya karena rasanya kurang pantas untuk anak seumuran kelas 3 SD bisa mempropokasi dan menghasut.

Kasarnya mungkin begini, cuma dugaan aja "Hey kamu, awas kalau main sama si Meymey", atau "Eh, kamu temenan sama si meymey ya? tahu gak kata si meymey kamu tuh bodoh dan Jelek". Kenapa saya menduga demikian? karena saya sendiri dibuat tertawa ketika anak saya berkata "Ayah, katanya ayah pernah melototin Linda ya". Hahaha... melototin siapa? wajahnya aja enggak tahu.

Dapat dikatakan jika semua teman-teman sekelas menghargai si Linda karena kedudukan orang tuanya di Masyarakat.

Saya sendiri sering memperhatikan bagaimana anak saya bermain bersama teman-temannya, dan memang benar, selama anak saya bermain dengan si Linda, dia baik baik saja, namun itu dia saya selalu berpesan pada anak saya bertemanlah dengan semua orang, jangan pilih-pilih, dan juga saya selalu mengajarkan agar tidak mudah percaya dengan omongan yang kemungkinan menghasut.

Sekali lagi : Jika dalam satu kelas hanya ada 1, 2 atau 3 orang yang tidak menyukai kamu, itu wajar. Tapi jika satu kelas menjauhi kamu, jelas ini tidak wajar. Apalagi kamu anak Normal dan berprestasi yang biasanya disukai teman-teman.

Sendirian lebih baik

Bukannya saya tidak mengajarkan solusi, sudah beberapa kali saya mengajarkan bagaimana cara mengatasi teman-teman seperti itu namun pada akhirnya si Meymey hanya bisa menangis. Anak saya mungkin cengeng, tapi secengeng-cengengnnya anak cengeng dia pasti bisa menghindari orang yang suka membuatnya menangis.

Pindah sekolah bukanlah solusi karena belum tentu teman-teman disekolah baru akan baik, dan ini tentunya mengajarkan anak untuk lari ketika mendapat masalah.

Kukatakan padanya, sudahlah lebih baik sekarang sendirian saja dulu sampai akhirnya mereka baikan. Di rumah kan banyak mainan, bisa belajar dengan tenang, bisa nonton Acara Pendidikan di TV berlangganan setiap saat, ada akses internet agar bisa nonton video pelajaran di youtube. Lagian, meraka mereka bermain sama Meymey kan cuma ingin mainan, ingin nonto film kartun dan juga ingin nonton youtube.

Memang benar demikian, saat saya berkata "Meymey, sudah dulu nonton TV nya, sudah dulu nonton youtubenya, beresin mainannya"... langsung bubar deh teman-teman si meymey yang tadinya asik di kamar si meymey tanpa mengajak anak saya ikut main keluar rumah, meskipun diajak tak lama kemudian pulang sambil cemberut.

Ya, untuk saat ini lebih baik sendiri saja, masih ada ayah, mamah, si ade, (juga ada 4 ekor kucing : si Keket, si Baba, si Vangga sama si Yaga)

Label: , ,



| Cari SDN Girijaya - Cianjur di : AOL | Ask | Bing | DuckDuckGo | Microsoft | Google | ixquick | Yahoo | Yandex | Yippy | MySearch