Let's make this life Easy, as well as you can
Mengulas berbagai cerita kehidupan mulai dari tradisi hingga teknologi, tips, solusi, informasi, internet, pekerjaan, hiburan, Kesehatan, mitos, fakta, klenik, unik bahkan mistik yang diulas berdasarkan pengalaman serta dari berbagai referensi, semoga bermanfaat
Hari gini belum punya e-KTP?, nah... jangan malu untuk menjawabnya secara terang menderang kalo ada yang nanya gitu, fenomena para pengantri KTP memang bisa ditemukan di setiap Kecamatan dan juga Kantor Disduk, beruntung bagi mereka yang kebagian tiket antrian, yang belum? kembali lagi besok.

Mengajukan Permohonan e-KTP di Cianjur

Prosedur permohonan e-KTPDalam proses permohonan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga ADA YANG MENGATAKAN MUDAH, GAMPANG, SEDERHANA DAN SIMPLE, ada pula yang mengatakan rumit, sulit, susah dan juga membingungkan. Tulisan ini hanyalah pengelaman saya pribadi yang sudah terlalu sabar menunggu diterbitkannya e-KTP yang sudah saya diajukan permohonannya sejak akhir Agustus 2016.

Strategi pertama mengajukan permohonan e-KTP - Mendatangi kantor kecamatan setempat, dalam hal ini tempat tinggal saya masuk dalam sektor kecamatan Cugenang. Pelayanan sangat ramah dan antrianpun masih terbilang wajar, tak lebih dari 2 jam berada disitu sayapun pulang membawa beberapa lembar surat keterangan pemohon e-KTP, bukan resi ya, tapi bukti bahwa saya sudah mengajukan permohonan yang harus ditunjukan kelak jika e-KTP sudah di cetak.

Pada tahap ini berarti saya sudah melakukan proses pemindaian yang terdiri dari pengambilan pas foto, sidik jari dan juga pemindaian retina mata.

Strategi kedua, menunggu dengan cantiknya dirumah (heayalah), berharap semoga pada hari yang ditentukan sudah bisa mengambil e-KTP tersebut. Ingin tahu kapan hari yang ditentukan itu? 3 minggu setelah mengajukan permohonan!, katanya ... 3 minggu itu minimal lho, petugas menyebutkan "ini ada juga yang udah lebih dari dua bulan, tapi dari sononya belum juga selesai", huwalah.

Sempat tersirat ada kabar gembira ketika ada telpon dari petugas kecamatan sekitar 1 minggu setelah permohonan, katanya dia dari bagian kependudukan,"Alhamdulillah... mungkin yang mau kasih kabar e-KTP nih" gumam saya dalam hati. Tapi... "Pak, maaf, sepertinya KTP bapak harus di ambil di kantor Disduk, langsung aja ke petugasnya, namanya bapak I***" begitulah yang saya dengar, dilanjutkan dengan basabasi sedikit sebelum menutup telpon.

Mengambil e-KTP di Kantor Disduk Cianjur

Strategi tiga - Dengan anjuran dari petugas kecamatan tersebut sayapun melenggang menuju kantor Disduk yang berdasarkan data google map jaraknya sekitar 12km dari kantor kecamatan Cugenang, sekitar 9km dari rumah saya dan sekitar 3,5km dari pasar ramayana Cianjur, kalo dari Sukanegara entah berapa kilometer jauhnya.

Karena merasa mendapat rujukan, sayapun dengan gagah berani menyapa tiap petugas yang wara-wiri untuk menanyakan Bapak I yang katanya harus saya samperin, semua petugas yang saya tanya mengatakan jawaban yang sama "Oh, dia di bagian KTP pak", "di bagian KTP", "di loket KTP", "di KTP", "Coba tanya ke bapak itu", "Bukan saya pak (kata tukang parkir)".

Memang benar apa yang dikatakan petugas dikecamatan, saya harus menemui Bapak I untuk mengurus e-KTP, tapi... apa iya saya harus menerobos antrian? bisa digebukin saya. Jika di luruskan, perkiraan antrian tersebut cukup panjang, mungkin diatas 250 orang lah, berdiri paling belakang ditengah teriknya matahari yang membakar kulitku yang lembut ini.. hahay, mendingan pulang, besok aja balik lagi mudah-mudahan antriannya tidak separah ini.

Strategi empat - aarrggh... lupakan strategi, keesokan harinya sayapun datang ke Disduk Cianjur yang terletak di Jl. Raya Bandung (dekat terminal rawabango) sepagi mungkin, waktu itu sekitar jam setengah delapan. Kupikir cukup pagi jika melihat Jam operasional para petugas.

Namun apa yang saya lihat sungguh mencengangkan... area parkir yang cukup luas sudah tidak bisa menampung sepeda motor saya, orang-orang berkumpul diluar bukan menunggu gerbang dibuka, tapi di kantor Disduk memang sudah dipenuhi warga yang mengajukan permohonan e-KTP.

Damn...! mereka datangnya jam berapa ya?, sayapun penasaran untuk turun dari motor dan menyapa beberapa warga yang sedang berdiri dengan wajah penuh kecemasan dalam penantian, terlihat beberapa ibu-ibu dengan make-up yang masih segar, beberapa gadispun menghiasi suasana lengkap dengan cara mereka untuk menarik perhatian.

"Banyak orang banget ya Pak, ini ada apa ya?" kata saya pada seorang bapak-bapak berpeci "ini kan orang-orang yang mau bikin e-KTP dan KK, mereka datang lebih awal dari saya, padahal saya datang kesini jam 6 pagi" kata si bapak. Wadaaawww.... mendingan pulang lagi dah.

Setelah melalui Strategi 1, 2, 3, 4 dan akhirnya harus melupakan strategi tersebut saya belum juga memiliki e-KTP. Akhirnya saya memilih untuk diam, termenung dan mencari kesibukan selama berhari-hari, berminggu-minggu hingga tak terasa 4 bulan telah berlalu sejak saya mengajukan permohonan e-KTP.

Kembali ke kantor Disduk

Setelah empat bulan berlalu, prediksi saya ternyata tidak terlalu meleset "Antrian pastinya tidak terlalu banyak" dan sayapun mendapat nomor antrian B026 untuk pengambilan e-KTP, tapi sayangya... tiket antrian untuk pengambilan Kartu Keluarga sudah Habis.

Meski nomor antrian cukup dekat, tapi antrinya hampir satu jam euy, nangtung bari pasedek-sedek.

"Nomor antrian B026 silahkan ke Loket B" begitu yang saya dengar dari pengeras suara, tadaaaaa... sayapun langsung ke loket B, berusaha untuk ramah saya menyapa petugas "Pagi Mbak...", kemudian dibalas singkat sambil berkata "Resi atau Surat Keterangannya ada Pak?", kata petugas "uwalah... surat keterangan apa? ini bukan?" kata saya sambil menunjukan secuil kertas sebagai tanda pernah mengajukan permohonan e-KTP 4 bulan yang lalu di kecamatan.

Semuanya terjadi begitu cepat hingga saya gak sempat melihat seperti  bentuk surat keterangan yang dimaksudkan. Kondisi antrian tidak memungkinkan bagi saya untuk menjelaskan permasalahan yang saya alami dari awal (4 bulan yang lalu), selain itu respon petugas hanya melayani warga yang membawa Surat Keterangan / Resi, pulang dah dengan tangan hampa meski dengan hati lemah lunglay gemulay hahay.

Bagi yang hendak membuat e-KTP di Cianjur, pengalaman saya ini semoga bisa menjadi gambaran agar sodara bisa mengantisipasi dan mengatur strategi yang tepat agar proses pembuatan e-KTP dan KK tidak semelelahkan yang saya alami.

Prosedur permohonan e-KTP

Prosedur ini tidak bersifat baku, ini hanya prosedur yang saya lakukan, diantaranya :
  1. Mendatangi Kantor Kelurahan (jika warga baru) - Tujuannya untuk meminta surat pengantar pembuatan KK dan KTP
  2. Mendatangi Kantor Kecamatan, Surat Pengantar dari desa diserahkan ke petugas kecamatan bagian layanan kependudukan, data akan di input dan akan dilakukan pemindaian jika belum pernah dipindai.
  3. Menunggu beberapa minggu, kata petugas kecamatan fisik e-KTP dan KK bisa di ambil sekitar setelah 3 mingguan
  4. Mendatangi Kantor Disduk, Atas saran petugas kecamatan karena e-KTP dan KK belum juga selesai 
  5. e-KTP dan KK selesai (tergantung kesabaran anda)
Judul artikel ini "Bikin KTP di Cianjur, serunya.", sepertinya harus di ganti ya?

Label: , ,

Bagikan ke :
facebook google+ twitter BBM

Tulisan Bikin KTP di Cianjur, serunya. ini ditulis pada Januari 18, 2017, Admin akan berusaha sebaik mungkin agar informasi ini sesuai dengan kondisi saat ini (Terupdate), harap maklum jika informasi yang terkandung dalam artikel ini sudah kadaluarsa
| Cari Bikin KTP di Cianjur, serunya. di : AOL | Ask | Bing | DuckDuckGo | Microsoft | Google | ixquick | Yahoo | Yandex | Yippy | MySearch