Let's make this life Easy, as well as you can
Mengulas berbagai cerita kehidupan mulai dari tradisi hingga teknologi, tips, solusi, informasi, internet, pekerjaan, hiburan, Kesehatan, mitos, fakta, klenik, unik bahkan mistik yang diulas berdasarkan pengalaman serta dari berbagai referensi, semoga bermanfaat
Banyak alasan ketika istri tidak rajin bersih bersih rumah dan perabotan rumah tangga lainnya, namun ketika di beritahu mengenai ada barang atau area di dalam rumah terlihat kotor, istri malah marah, Bagaimana menangani solusi ini?.

Semoga saja pembaca artikel ini adalah para ayah, suami atau kepala rumah tangga yang merasa kesulitan memberitahu atau mengingatkan istri untuk lebih rajin dalam merawat perabotan rumah tangga, pakaian, kamar mandi serta harta benda lainnya.

Mungkin terlihat egois jika seorang suami memberitahu istri dan hanya ngomel ngomel ketika mengetahui kamar mandi terlihat kotor, jorok dan bau. Atau ketika suami melihat ruang keluarga begitu berantakan, kotor dan berdebu.

Memberitahu atau mengingatkan langsung mengenai kondisi diatas terkadang malah menyulut emosi istri, namun malah tidak pernah dilakukan jika tidak di ingatkan, apalagi ketika suami membahas untuk memperkerjakan asisten rumah tangga, meski mengatakan dengan berhati-hati untuk memperkerjakan pembantu rumah tangga, si istri malah berkata "Lho... memangnya saya kurang bisa mengurus rumah ya?"... nah, bingung dah.

Cara memberitahu istri agar lebih rajin mengurus rumah

Sebagai kepala keluarga dengan 2 anak, saya menyadari bahwa kesibukan istri cukup luar biasa, mengurus 2 anak yang masih balitan dan batita, namun setelah di evaluasi ternyata ada beberapa hal yang menjadikan istri terlihat kurang rajin merawat rumah, isi rumah serta perlengkapan penghuninya, berikut ini adalah hasil evaluasi yang saya lakukan :
  1. Cucian : Menunggu pakaian kotor supaya banyak / menumpuk dengan alasan menghemat listrik dan air pada saat mencuci pakaian, hasilnya ketika mencuci pakaian memerlukan waktu lebih lama, bahkan bisa sampai setengah hari sementara anak-anak pun perlu mendapat perhatian, akhirnya repotlah dia.
    Solusi: Mencuci pakaian ketika masih sedikit, waktu lebih sedikit dan bisa dilakukan tanpa menggunakan mesin cuci.
  2. Perabotan Dapur : Sama halnya dengan cucian pakaian, Piring, gelas dan perabotan dapur lainnya ditunggu menumpuk, Repot.
  3. Kerapihan ruangan : Banyaknya cucian dalam sekali cuci menyebabkan pakaian kering pun tidak langsung masuk lemari, dibiarkan menumpuk di ruang keluarga, bahkan sampai meluber ke ruang tamu menunggu giliran untuk di licin / di setrika... waduh...
  4. Istri malah Bermain gadget ketika anak-anak pada tidur siang, alangkah baiknya jika waktu tersebut digunakan untuk istirahat jika merasa lelah, atau bersih-bersih jika merasa masih fit.  Memainkan gadget (buka bbm, facebook atau yang lainnya) bisa dilakukan sesekali sambil bermain dengan anak-anak, namun jangan sampai lepas pengawasan terhadap anak.
  5. Istri ingin terlihat rajin di mata suami, padahal suami bukan melihat dari kesibukan istri... namun melihat dan merasakan hasilnya, karena jika rumah, ruangan, perabotan terlihat rapi dan bersih... itu yang mengerjakan siapa lagi kalo bukan istri. 

Memberitahu dengan action

Tidak jarang saya harus mencuci gelas dulu ketika ingin minum, atau membersihkan ruangan dulu ketika ingin bersantai. Melihat saya mencuci gelas atau membersihkan ruangan, istri berkata sambil cemberut "Ayah, udah biarin mamah yang lakukan", lalu saya berkata "Biarin aja mah, itung itung olah raga".

Sering malakukan hal itu membuat istri saya menjadi lebih paham, setidaknya harus ada gelas bersih untuk minum penghuni rumah, atau ruangan harus bersih agar penghuni rumah merasa nyaman.

Seorang istri tidak perlu menunjukan bahwa dirinya memiliki kesibukan luar biasa saat mengurus rumah ketika suami tidak ada di rumah, meski tidak terlihat suami akan menghargai apa yang dikerjakan istri melihat dari hasilnya, rumah bersih dan rapi, tidak bau amis, perabotan tertata dan terawat dengan baik. Suami akan tahu semuanya.

Jika istri tetap tidak mengerti

Jika sudah diberitahu melalui tindakan, sindiran atau petunjuk lainnya namun tidak pernah paham, sepertinya suami berhak untuk menjadi diktator sementar, katakan saja bahwa harusnya begini, harusnya begitu, menjelaskan dengan hati-hati tentang tugas dan kewajiban masing masing, apa yang di perlukan dan apa yang tidak diperlukan.

Bukankan kebersihan sebagian dari iman?

Prinsip 3 hari bersantai dan 1 hari untuk bersih-bersih sepertinya kurang cocok.

Nabi pun bersabda, Makanlah ketika lapar, dan berhentilah makan ketika sudah kenyang. Ini berarti behubungan dengan "Bersihkanlah ketika kotor meski setelah bersih akan kotor kembali" atau "Bayarlah utangmu meski setelah melunasi utang kau harus mengutang lagi untuk bisa makan".

Adakah solusinya

Dalam berumah tangga modern, kita harus dapat menjaga hati dan perasaan pasangan. Seorang kepala rumah tangga tidak serta merta harus menjadi penuntut sehingga anggota keluarga lainnya malah merasa tertekan, harus begini, harus begitu. Yang diperlukan adalah saling memahami, menghargai, kerjasama, kerukunan dan keharmonisan agar menjadi sebuah keluarga  bahagia.

Label: , ,

Bagikan ke :
facebook google+ twitter BBM

Tulisan Ketika istri kurang rajin bersih bersih ini ditulis pada April 24, 2015, Admin akan berusaha sebaik mungkin agar informasi ini sesuai dengan kondisi saat ini (Terupdate), harap maklum jika informasi yang terkandung dalam artikel ini sudah kadaluarsa
| Cari Ketika istri kurang rajin bersih bersih di : AOL | Ask | Bing | DuckDuckGo | Microsoft | Google | ixquick | Yahoo | Yandex | Yippy | MySearch